- Advertisement -
Event

Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Mengemudi Saat Musim Hujan

44views

foto:istimewa

BALIOTO NEWS : Musim hujan adalah ujian bagi para pengemudi dimana pengemudi dituntut berkonsentrasi dengan baik supaya menghindari hal yang tidak diinginkan.  Berkendara dimusim hujan adalah suatu hal yang sangat sulit bagi pengemudi. Jalan Basah,Licin,dan jarak pandang yang tidak jelas membuat pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Hal itu penting guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan mengemudi disaat musim hujan,yaitu:

1.Wiper


foto : istimewa

Wiper  merupakan komponen utama yang harus diperhatikan saat berkendara di Musim hujan. Sebab, Memudahkan kita berkendara khususnya, saat kondisi hujan maupun berkabut. Wiper juga bisa menghilangkan minyak,debu,air,kotoran ataupun air hujan pada bagian depan dan belakang.

2. Lampu Mobil

foto:istimewa

Sebelum digunakan,alangkah baiknya periksa lampu kendaraan anda apakah berfungsi dengan baik. Lampu mobil saat hujan merupakan media untuk mendeteksi objek yang ada didepan kita,sekaligus memperjelas pandangan anda melihat kendaraan yang lain.

3. Menurunkan Kecepatan

foto:istimewa

Berkendara saat musim hujan tentunya membutuhkan perhatian yang khusus. Salah satunya adalah Menurunkan kecepatan.Berkendara dengan kecepatan yang lebih rendah memudahkan pengemudi mengontrol kendaraan dengan baik dan benar.Batas minumum Ketika berkendara musim hujan adalah 30km/jam dan maksimum 60km/jam

4. Kinerja Rem dan Ban Mobil


foto: istimewa

Saat musim hujan,Rem adalah komponen yang harus diperhatikan karena, rem akan bekerja lebih keras dari biasanya. Pastikan Kampas rem dan cakram masih berfungsi dengan baik supaya tidak mengalami kebocoran pada sistem rem. Jarak aman pengerem yang ideal saat kondisi normal adalah 3 detik,sementara di saat hujan turun maka jarak aman tersebut ditingkatkan menjadi 5-6 detik,tergantung dengan kondisinya.

Kondisi ban mobil akan mengalami penurunan kinerja,pada saat musim hujan. Lakukan pengecekan Ban mulai dari tekanan ban hingga ketebalan telapak ban dan alur ban. Tekanan ban harus sesuai dengan  yang direkomendasikan dibuku manual atau bisa konsultasi langsung dengan mekanik bengkel terdekat. Bila tekanan ban terlalu rendah membuat kendaraan menjadi tidak stabil. Sebaliknya, Jika tekanan ban terlalu tinggi,bagian tengah ban akan Aus.

Aus adalah susut karena tergosok. Biasanya digunakan dikehidupan sehari-hari seperti “Ban mobil yang aus” yang berarti ban mobil itu menjadi susut karena tergores dengan jalanan.

5. Genangan Air yang Dalam

foto: istimewa

Bagi pengemudi mobil,tentu mengemudi ketika hujan bukan menjadi masalah. Tetapi,pengemudi diajurkan agar menghindari jalanan yang memiliki genangan air yang tinggi.

Hal itu bisa menyebabkan kerusakan pada mesin mobil atau hal yang tidak diinginkan. Karena air bisa terhisap kedalam komponen mesin sehingga menyebabkan mobil mati mendadak.

6. Jarak Kendaraan

foto: istimewa

Menjaga jarak kendaraan merupakan satu tindakan yang tepat selama berkendara ketika hujan. Biarkan mobil didepan anda menjauh selama 6 detik dari mobil anda,atau hingga diluar jarak pandang.

Dalam dunia safety driving ada dua metode menentukan jarak aman antar kendaraan.

  1. Menggunakan patokan meter yang mengacu pada kecepatan kendaraan itu sendiri.
    Misalnya, ketika melaju 80 km/j maka jarak amannya adalah 80 m.
  2. Menggunakan hitungan detik. Dalam kondisi cuaca normal dan jalanan kering idealnya jarak antar kendaraan ialah 3 detik. Tapi saat hujan melanda jaraknya bisa diatur lebih lebar lagi, misalnya 4 atau 5 detik.
    Misalnya tiang listrik menjadi objeknya. Ketika kendaraan di depan melewati objek tersebut, mulailah berhitung tiga detik. Jika mobil Anda sudah melewati objek tersebut sebelum hitungan detik ketiga artinya jarak terlalu dekat.

7. Hindari Monuver Secara Tiba-tiba

foto:istimewa

Manuver adalah reaksi pengemudi dalam menghadapi situasi dan kondisi khusus dijalanan.

Adapun sebaiknya menghindari manuver secara tiba-tiba. Misalnya berkendara seperti zig-zag, selap-selip, pengereman mendadak, berbelok, dan upaya lainnya yang tidak biasa. Namun, banyak pengemudi mobil tidak memperhitungkan risiko bahaya di jalan pada saat bermanuver.

 

Leave a Response

Indah Dwiyanti
Merupakan jurnalis cilik berbakat yang memulai debut menulisnya sejak duduk di bangku SMP. Bercita-cita menjadi jurnalis andal dan kredibel di masa depan.